Kamis, 07 Maret 2019

BAB I ALGORITMA, METRIK, DAN MEDIA PENYIMPANAN BERKAS BASISDATA

A. Algoritma Basisdata

Tema sentral dari ilmu komputer adalah algoritma (Brookshear, 2009). Pada dasarnya, para peneliti meyakini bahwa semua aktivitas pemikiran manusia, termasuk di dalamnya imajinasi, kreatifitas, maupun pengambilan keputusan, adalah hasil eksekusi sebuah algoritma. Contoh sederhana adalah saat berada di sebuah persimpangan yang dilengkapi dengan lampu pengatur lalu lintas. Sudah diperkenalkan kepada masyarakat bahwa bila lampu menyala hijau berarti para pengendara boleh terus melaju, kalau lampu kuning berarti pengendara perlu waspada karena dalam beberapa detik lagi lampu merah akan menyala. Dan, bila lampu merah menyala, maka semua pengendara harus berhenti sebelum garis batas. Bila algoritma tersebut dilaksanakan dengan sempuma maka terbangunlah ketertiban berkendara yang aman dan nyaman.

Sebelum komputer dapat melaksanakan sebuah tugas, komputer tersebut harus diberi tahu algoritma yang memunjukkan secara persis apa saja yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Itulah sebabnya  studi tentang algoritma menjadi salah satu bagian yang penting dalam ilmu komputer.

Algoritma juga selalu dikaitkan dengan struktur organisasi data dan untuk pengolahan data tersebut. Algoritma dapat mengambil salah satu bentuk dari dua pilihan, pertama dalam bentuk kalimat-kalimat sederhana seperti resep masakan dalam buku-buku tataboga, atau dalam bentuk pseudo-code (kode palsu). Buku teks dalam bahasa Inggris menampilkan algoritma pseudo-code dalam bahasa Inggris sederhana, sementara dalam buku ini hanya kata-kata kerja saja yang akan ditulis dalam bahasa Inggris.

Berikut adalah contoh algoritma dalam pseudo-code untuk menggambarkan €strategi mempelajari struktur berkas (dalam bentuk kalimat sederhana).

Gambar 1.1 Algoritma Mempelajari Sistem Berkas


B. Metrik Basisdata

Pada awal bab pendahuluan ini, sudah diingatkan pentingnya mengorganisasi dan  mengolah berkas secara efektif dan efisien. Akan tetapi ,bagaimana cara untuk mengetahui bahwa kondisi tersebut sudah atau belum tercapai? Jelas diperlukan suatu alat ukur (metrik) yang mampu memberikan indikasi tentang hal tersebut. Berikut adalah sebagian dari karakteristik alat ukur tersebut:
  • Kesederhanaan (simplicity). Jika ada beberapa alternatif, maka pilih altematif yang paling sederhana.
  • Keandalan (reliability). Memilih struktur berkas untuk sebuah sistem harus pula memikirkan apakah sistem tersebut akan tetap berfungsi dalam segala kondisi.
  • Dapat diprogram (programmability). Dapatkah dibangun program untuk mengolah algoritma dalam waktu yang disediakan? Kalau tidak , pilih alternatif lain.
  • Dapat dipelihara (maintainability). Sekali teknik yang dipilih tersebut diprogram, dapatkah
  • program-tersebut dimodifikasi atau diperbarui dengan mudah? Jika terlalu rumit sehingga
  • sulit untuk dimodifikasi, maka sebaiknya pilih prosedur yang lain.
  • Kebutuhan penyimpanan (storage requirement). Dalam menentukan media penyimpan data sebaiknya dipertimbangkan tentang keterbatasan media tersebut.
  • Kompleksitas komputasi atau kompleksitas waktu (complexity). Waktu proses suatu algoritma merupakan syaarat yang sangat utama. Kompleksitas komputasional suatu algoritma memberikan estimasi tentang waktu yang diperlukan saat algoritma diaplikasikan terhadap sejumlah besar data.


C. Media Penyimpanan Berkas-Basisdata

Pertimbangan yang sangat penting yang berkaitan dengan perancangan suatu sistem informasi ataupun pembelian sistem komputer adalah cara bagaimana  data dan  berkas diakses. Pita magnetis hanya dapat digunakan secara sekuensial, sementara disk magnetis memiliki kemampuan akses baik secara sekuensial, random, maupun langsung. Karena kemampuan tersebut, penyimpa disk magnetis merupakan pilihan yang paling diminati oleh banyak pemakai komputer, baik untuk komputer mikro, workstation, ataupun komputer-super. Sejumlah varietas penggerak disk (perangkat keras) serta disk magnetis (media) diproduksi untuk berbagai kebutuhan bisnis.

Media penyimpanan memerlukan perhatian karena mempengaruhi pengambilan keputusan tentang bagaimana sebaiknya menentukan struktur dan memproses informasi, atau dengan kata lain mempengaruhi bagaimana informasi ditangani oleh sistem perangkat 1unak. Pada sebuah sistem perangkat lunak, waktu akses yang diartikan sebagai lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengakses informasi dalam media penyimpan merupakan aspek yang sangat penting. Jika informasi disimpan pada perangkat dengan kecepatan akses tinggi, maka waktu dibutuhkan untuk pengaksesan informasi tersebut relatif singkat.

Teknologi media penyimpan, sampai dengan saat sekarang, dapat dikelompokkan ke dalam dua tipe yaitu;
  1. Penyimpan primer (Primary memory storage)
  2. Penyimpan pendukung (auxiliary memory/storage) atau penyimpan sekunder (secondary storage).
Di dalam sistem komputer, program dan informasi dalam berbagai bentuk (teks, citra, audio, video) disimpan dalam penyimpan primer maupun penyimpan sekunder. Program dan informasi diambil dari penyimpan sekunder dan disimpan untuk sementara di penyimpan primer untuk pemrosesan. Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan keberadaan tipe-tipe media penyimpan ini:
  • Tidak semua informasi dapat ditampung dalam penyimpan primer berkecepatan tinggi walaupun pada saat ini penyimpan primer memiliki kapasitas yang semakin bertambah dan dengan hargayang semakin murah.
  • Keterbatasan secara pisik dan ekonomis. Secara fisik besarnya kapasitas penyimpan primer ditentukan oleh skema pengalamatan oleh sistem komputer dan secara ekonomis walapun harganya semakin murah namun masih belum menyamai penyimpan sekunder. Penyimpan primer mempunyai karakteristik akses yang sangat cepat, tetapi harga per bit jauh lebih mahal dibanding penyirnpan sekunder dan mempunyai kapasitas yang lebih kecil. Penyimpan sekunder merupakan kebalikannya yaitu memunyai kecepatan akses yang lebih lambat, kapasitasnya lebih besar tetapi lebih murah.

Rangkuman Bab I Algoritma, Metrik, dan Media Penyimpanan Basisdata


























Evaluasi Bab I Algoritma, Metrik dan Media Penyimpanan Basisdata

BAB II STRUKTUR ORGANISASI BERKAS-BASISDATA PRIMER

A. Pengertian Struktur Organisasi Berkas Primer

B. Medan (Field) Data

C. Rekaman (Record) Data

D. Berkas (File) Data

Rangkuman Bab 2 Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Primer

Evaluasi Bab 2 Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Primer

Bab III STRUKTUR ORGANISASI BERKAS-BASISDATA SEKUENSIAL

A. Pengertian Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Sekuensial

B. Metode Pengaksesan Berkas-Basisdata Sekuensial

C. Algoritma Pencarian Biner (Binary Search)

D. Algoritma Pencarian Interpolasi (Interpolation Search)

Rangkuman Bab 3 Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Sekuensial

Evaluasi Bab 3 Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Sekuensial

BAB IV STRUKTUR ORGANISASI BERKAS-BASISDATA LANGSUNG (RELATIF)

A. Kunci-Rekaman Sebagai Alamat-Unik

B. Konversi Kunci-Rekaman Menjadi Alamat-Unik

C. Menentukan Alamat-Unik Dengan Konversi Kunci-Rekaman (Metode Hashing)

Rangkuman Bab 4 Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Langsung (Relatif)

Evaluasi Bab 4 Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Langsung (Relatif)

BAB V MANAJEMEN KOLISI PADA BERKAS-BASISDATA LANGSUNG/RELATIF

A. Pengertian Manajemen Kolisi (Tabrakan)

B.Pengetian Resolusi Kolisi

C. Resolusi Kolisi:Metode LISCH dan EISCH (Coalesced-Hashing)

D. Resolusi Kolisi:: Metode LICH dan EICH (Coalesced-Hashing)

E. Resolusi Kolisi: Metode Progressive Overflow

F. Resolusi Kolisi: Metode Penggunan Bucket

G. Resolusi Kolisi: Metode Pembagian Linier

H. Resolusi Kolisi: Metode Brent

Rangkuman Bab 5 Manajemen Kolisi Pada Berkas-Basisdata Langsung/Relatif

Evaluasi Bab 5 Manajemen Kolisi Pada Berkas-Basisdata Langsung/Relatif

BAB VI STRUKTUR ORGANISASI BERKAS-BASISDATA SEKUENSIAL BERINDEKS

A. Pengertian Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Sekuensial Berindeks

B. Struktur Dasar

C. Menyisipkan Rekaman

D. Menghapus Rekaman

Rangkuman Bab 6 Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Sekuensial Berindeks

Evaluasi Bab 6 Struktur Organisasi Berkas-Basisdata Sekuensial Berindeks

BAB VII PENGURUTAN REKAMAN BASISDATA

A. Pengertian Pengurutan Rekaman-Basisdata

B. Pengurutan Gelembung

C. Pengurutan Dengan Penyisipan

D. Pengurutan Cepat

E. Pengurutan Lumoto

F. Pengurutan Dengan Heap (Deret)

G. Pengurutan Dengan Heap (Pohon Biner)

H. Pengurutan Eksternal

Rangkuman Bab 7 Pengurutan Rekaman Berkas Basisdata

Evaluasi Bab 7 Pengurutan Rekaman Berkas Basisdata